Wawancara dengan Pak Suroso (Penggiat Budaya Desa Balesari)

Pada 12 Juli 2021, Tim Daya Desa melakukan kunjungan ke Desa Balesari dengan mewawancarai Pak Suroso sebagai Penggiat Budaya untuk mengidentifikasi Keraton, Tari Topeng Panji, dan Bapang. Dimulai dengan keraton, yang mana mempunyai hubungan dengan Desa Balesari. Dulu, ada raja namanya Prabu Kameswara, beliau ini adalah  Raja Jenggolo Kediri yang sedang melakukan perjalanan mulai dari suatu kawasan yang terdapat banyak gua kalo saat ini kawasan tersebut dinamai Maguan, atau Dusun Maguan, lalu naik dan istirahat di suatu kawasan dengan membangun balai-balai peristirahatan yg  sekarang disebut Balesari, lalu terus dan menemukan kawasan yg banyak tumbuh buah nanas atau yang sekarang disebut Dusun Nanasan, naik lagi keatas lalu beliau  menemukan sebuah gendok alat untuk masak (sekarang menjadi Dusun Gendogo) lalu naik ke atas ke area yang sekarang disebut Keraton. Nah disanalah tempat beliau melakukan Tapa Brata.

Begitu juga terkait Tari Topeng Panji. Bertopeng adalah seni menari dari Jenggala yg sangat disukai pejabat tinggi keraton sejak masa Syailendra, jauh sebelum Ino Kertapati lahir. Dikembangkan oleh Inu Kertapati Sebagai Tarian para prajurit keraton. Pada pertopengan ini, tokoh tokoh utama yang berperan adalah Wayang Panji. Dimana kisah cinta Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji menjadi tokoh utama. Cerita cinta berbumbu “goro goro” cerita kehidupan rakyat  kecil. Epos yg tercipta di masa kebesaran Singhasari, yang terus menjadi warna pertunjukan kerajaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *