Bekerja sama dengan Siap Siaga Jawa Timur, LPPM UNIRA Malang telah melaksanakan kegiatan Penilaian Ketangguhan Desa di beberapa desa yang menjadi lokasi KKN Tematik. Sebelumnya, para peserta KKN dan Dosen Pendamping Lapangan telah memperoleh bimbingan teknis penilaian ketangguhan desa atau yang sering disingkat dengan PKD.Berdasarkan penilaian ini, desa atau kelurahan dapat dikelompokkan menjadi:Desa/Kelurahan Tangguh Bencana Pratama (skor < 58.33)Desa/Kelurahan Tangguh Bencana Madya (skor 58.33 – 83.33)Desa/Kelurahan Tangguh Bencana Utama (skor > 83.33)Mamba’ssuud selaku perwakilan dari Siap Siaga Jawat Timur mengungkapkan bahwa “selain sebagai alat untuk mengukur tingkat ketangguhan secara sederhana, hasil penilaian ini juga dapat digunakan sebagai dasar atau acuan dalam pengembangan desa/kelurahan tangguh bencana. Hasil penilaian ini menyajikan aspek-aspek yang masih kurang dan harus ditingkatkan, sehingga pengembang desa/kelurahan tangguh dapat mengarahkan upayanya secara lebih terfokus dan terpadu”.Perlu difahami, untuk desa tangguh bencana Pratama, tingkat ini adalah tingkat awal yang dicirikan dengan:1. Adanya upaya-upaya awal untuk menyusun kebijakan PRB di tingkat desa atau kelurahan;2. Adanya upaya-upaya awal untuk menyusun dokumen perencanaan PB;3. Adanya upaya-upaya awal untuk membentuk forum PRB yang beranggotakan wakil-wakil dari masyarakat;4. Adanya upaya-upaya awal untuk membentuk tim relawan PB Desa/Kelurahan;5. Adanya upaya-upaya awal untuk mengadakan pengkajian risiko, manajemen risiko dan pengurangan kerentanan;6. Adanya upaya-upaya awal untuk meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan serta tanggap bencana;Adapun desa tangguh bencana Madya, tingkat ini adalah tingkat menengah yang dicirikan dengan:1. Adanya kebijakan PRB yang tengah dikembangkan di tingkat desa atau kelurahan;2. Adanya dokumen perencanaan PB yang telah tersusun tetapi belum terpadu ke dalam instrumen perencanaan desa;3. Adanya forum PRB yang beranggotakan wakil-wakil dari masyarakat, termasuk kelompok perempuan dan kelompok rentan, tetapi belum berfungsi penuh dan aktif;4. Adanya tim relawan PB Desa/Kelurahan yang terlibat dalam kegiatan peningkatan kapasitas, pengetahuan dan pendidikan kebencanaan bagi para anggotanya dan masyarakat pada umumnya, tetapi belum rutin dan tidak terlalu aktif;5. Adanya upaya-upaya untuk mengadakan pengkajian risiko, manajemen risiko dan pengurangan kerentanan, termasuk kegiatankegiatan ekonomi produktif alternatif untuk mengurangi kerentanan, tetapi belum terlalu teruji;6. Adanya upaya-upaya untuk meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan serta tanggap bencana yang belum teruji dan sistematis.Sedangkan desa tangguh bencana tingkat Utama, tingkat ini adalah tingkat tertinggi yang dapat dicapai oleh sebuah desa/kelurahan yang berpartisipasi dalam program ini. Tingkat ini dicirikan dengan:1. Adanya kebijakan PRB yang telah dilegalkan dalam bentuk PerDes atau perangkat hukum setingkat di kelurahan;2. Adanya dokumen perencanaan PB yang telah dipadukan ke dalam RPJMDes dan dirinci ke dalam RKPDes;3. Adanya forum PRB yang beranggotakan wakil-wakil masyarakat, termasuk kelompok perempuan dan kelompok rentan, dan wakil pemerintah desa/kelurahan, yang berfungsi dengan aktif;4. Adanya tim relawan PB Desa/Kelurahan yang secara rutin terlibat aktif dalam kegiatan peningkatan kapasitas, pengetahuan dan pendidikan kebencanaan bagi para anggotanya dan masyarakat pada umumnya;5. Adanya upaya-upaya sistematis untuk mengadakan pengkajian risiko, manajemen risiko dan pengurangan kerentanan, termasuk kegiatan kegiatan ekonomi produktif alternatif untuk mengurangi kerentanan;6. Adanya upaya-upaya sistematis untuk meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan serta tanggap bencana.Sedangkan hasil Penilaian ketangguhan desa di beberapa lokasi penyelenggaraan KKN-Tematik UNIRA Malang adalah sebagai berikut:

Kepala LPPM UNIRA Malang menyampaikan bahwa “Kerjasama dengan Siap Siaga Jawa Timur akan terus dilanjutkan karena secara kemanfaatan untuk desa sangat nyata dan tindak lanjut dari penilaian tahap awal ini perlu mendapat follow up yang lebih strategis lagi”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *